Saturday, 30 July 2016

Terapi Mandi Malam Untuk Pleci dan Dikoloni dengan Betina


Pakem kriteria lomba pleci memang tergolong susah untuk diikuti, adapun diantaranya adalah burung pleci wajib rajin bunyi (tanpa ngetime) dan yang paling susah adalah burung pleci harus nagen, nancep, anteng tanpa loncat, mengapa sangat sulit karena burung pleci adalah burung yang tergolong suka sekali loncat sesuai di alam-nya.
Ada banyak cara yang dilakukan oleh pleci mania untuk membuat gaconya agar bisa nancep dilapangan saat lomba, ada yang memberinya doping, extra fooding dll. Apakah itu efektik? baik kita pelajari dulu apa penyebab dari burung loncat:
  1. Burung birahi
  2. Burung lapar
  3. Burung tidak nyaman dengan tangkringan 
  4. Dan masih banyak lagi....
Setidaknya dari ke 4 penyebab tersebut kita bisa atasi satu persatu.
  1. Burung lapar: kebanyakan untuk mengatasi burung lapar ini para pleman memberikan asupan EF yang cukup dengan menyuapi UH (ulat hongkong) sampai pleci merasa kenyang sebelum digantang
  2. Burung tidak nyaman dengan tangkringan: sebagai pleman sejati harus selalu mengamati burung gacoanya lihat gerak geriknya apakah burung gacoan kita sudah merasa nyaman dengan tangkringannya? jika belum biasanya pleci sering loncat dalam artian tidak nyaman mungkin kebesaran atau kekecilan dll. nah kita harus peka itu dan terus cobalah.
  3. Nah sebenarna yang paling penting adalah faktor birahi: kebanyakan pleman tidak menyadari bahwa pleci terlalu birahi bisa mengakibatkan sering loncat, padahal kalau kita amati jika pleci OB pleci cenderung loncat, nah untuk mengatasi itu biasanya pleman memberikan pleci betina agar birahinya stabil nah jurus ampuh lainya adalah dengan terapi mandi malam. dengan mandi malam pleci akan stabil birahinya dan tidur pleci pun semakin nyenyak hehe...
semoga bermanfaat bukan niat mnggurui sekedar sharing saja gan... kritik dan saran mohon ditulis di komentar... tengkyu....

terapi pleci
mandi malam pleci
manfaat pleci mandi malam
cara pleci nagen nancep tidak loncat
cara membuat pleci
cara membuat pleci juara
perawatan pleci
pleci birahi
menurunkan birahi pleci

Wednesday, 27 May 2015

Cara Merawat dan Pemasteran Burung Cendet Anakan (Bakalan) Agar Cepat Ngisi

Salam Kicau Mania, pada postingan sebelumnya sudah kita bahas mengenai bagaimana memilih cendet anakan yang bagus untu dijadikan calon juara, jika belum baca silahkan di klik link tersebut (cara memilih cendet anakan yang bagus). Pada postingan kali ini kita akan membahas bagaimana cara merawat, memasteri atau proses pemasteran burung cendet anakan (bakalan) agar cepat bunyi. 

Bagi sebagian Kicau Mania yang bertipe pekerja keras (julukan bagi kicau mania yang mencetak jawara sendiri), adalah suatu kebanggaan jika mempunyai burung jawara dari hasil cetakan sendiri (memelihara dari kecil) kepuasan tersebut didapat dari pengamatan dan pengalaman ketika memelihara sejak kecil, tentunya ini sedikit merepotkan tapi disisi lain ini adalah tantangan dan sangat mengasyikan.

Pertanyaanya adalah, bagaimana cara merawat dan memasteri burung bakalan atau burung anakan agar cepat ngisi? baik mari kita bahas langkah-langkahnya.

  1. Pastinya yang pertama adalah siapkan kandang (sangkar), disarankan untuk merawat burung cendet anakan jangan gunakan kurung yang terlalu besar, mengapa demikian? karena tipe burung cendet adalah burung jenis petarung yang mempunyai tingkat naik turun birahi yang sangat cepat akibatnya burung cendet gampang monting (salto), dengan pemberian sangkar yang kecil ketika masih anakan maka membiasakan cendet untuk tidak terlalu banyak bergerak (salto) pertanyaanya, apakah leluasa dengan sangkar kecil? justru itu biar cendet supaya terbiasa jadi ketika nanti sudah gacor dan siap tempur ketika ditaruh di sangkar besar tidak salto.
  2. Untuk proses pemandian usahakan jangan terlalu sering dimandikan, karena kondisi cendet anakan masih belum terlalu kuat seperti cendet dewasa lagipula cendet anakan belum saatnya diseting untuk lomba jadi mandikan cendet anakan 1 minggu satu kali cukup. 
  3. Untuk proses penjemuran, untuk cendet anakan jangan terlalu lama dijemur karena kondisi bandan cendet belum terlalu kuat untuk dijemur lama, ya sekdar dihangatkan diwaktu pagi, untuk waktu tergantung kondisi cendet jangan sampai cendet bakalan sampai membuka paru (kepanasan), karena kebanyakan cendet anakan yang terlalu lama dijemur akan lumpuh (berdasarkan beberapa pengalaman teman cendet mania).
  4. Pemberian pakan, untuk cendet anakan usahakan cendet anakan selalu kenyang jangan sampai burung cendet merasa lapar karena kalau kita lihat di alam indukan burung cendet tidak pernah membiarkan anaknya lapar, untuk mengatasi itu berilah pakan jangkrik dan ulat kandang yang cukup (biasanya pagi setengah cepuk sore setengah cepuk) agar cendet tidak merasa kelaparan. Dan mudah menangkap suara pemasteran.
  5. Memilih suara masteran, sebenarnya untuk pemasteran burung cendet anakan (bakalan) bisa dibilang susah susah gampang, tapi melihat dari beberapa pengalaman kicau mania yang menggeluti dibidang burung cendet, burung cendet cepat menangkap suara dari burung asli karena suara burung asli lebih mudah ditirukan dan suaranya bervariasi tidak monoton, tapi untuk mencari burung asli yang bisa dijadikan masteran memang agak susah, alternatifnya adalah dengan MP3 tapi apakan dari MP3 susah masuk? tidak juga karena burung cendet adalah jenis burung yang cerdas mudah meniru, pilihlah masteran suara-suara kasar dan ngerol seperti gereja tarung, cucak jenggot, tengkek buto, cililin dll.  Masterilah burung cendet diwaktu pagi habis dikasih makan karena ketika masih pagi cendet masih fress sehingga mudah merekan suara burung lain, coba perhatikan ketika pagi habis dikasih makan cendet akan mendengarkan ketika mendengar suara burung lain. Selain itu juga waktu malam tapi usahakan jangan terlalu keras pelan tapi pasti, jika menggunakan MP3 maka editlah MP3 agar tidak bunyi terus menerus tapi harus ada jedannya agar burung tidak bosan. Masterilah secara konsisten (rutin). Untuk pemasteran dengan burung langsung cukup dengan didekatkan saja dengan burug pemaster.
  6. Yang terakhir proses pengerodongan, kerodong burung anakan sehabis dijemur sebentar dan dikasih makan usahakan kerodong selalu bersih karena kerodong yang kotor akan membuat burung tidak nyaman.

Mungkin itu yang bisa kami bagi pada postingan kali ini sekali lagi kami bukan menggurui masih banyak master-master kicau mania yang lebih jago, tapi ini berdasarkan beberapa pengalaman dari para master cendet. Karena setiap kicau mania pasti punya cara tersendiri utnuk perawatan jagoannya. Maka dari itu kami butuh masukan saran dan kritik dari tulisan ini pada kolom komentar.

Semoga bermanfaat salam kicau mania

CATATAN PENTING Selalu latih burung cendet anakan seminggu sekali bawa ketempat lain hanya sekedar di ketemukan sebentar dengan burung yang umurnya sejenis atau sudah dewasa agar burung terbiasa dengan suasana baru. Pahami karakter burung karena setiap burung mempunyai karakter sendiri-sendiri

Cara Memilih Cendet Anakan Yang Bagus (Calon Juara)

Salam kicau mania, pada postingan kali ini saya akan berbagi pengalaman mengenai bagaimana memilih burung cendet anakan yang "baik", yang dimaksud "baik" dalam hal ini adalah mental (mental tarung dan mental terhadap suasana baru "tidak gampang stress") dan yang paling penting adalah burung itu cerdas (mudah meniru) kebanyakan untuk burung jenis cendet kicau mania memilih yang berjenis kelamin jantan.

 Cara memilih cendet bakalan (anakan) dan mengetahui ciri-ciri cendet yang "bagus":

  1. Dari postur tubuh pilihlah cendet yang berpostur tubuh besar dan panjang.
  2. Jika anda beli ke ombyokan (pasar burung) carilah cendet yang mempunyai bulu dibagian plipis mata terlihat lebih hitam pekat dari yang lain (karena kebanyakan cendet jantang mempunyai warna bulu dibagian plipis lebih hitam pekat dibanding betina).
  3. Pilihlah cendet yang ketika di pindah kurung/tempat cendet itu tidak terlalu Glubuk (terlalu gesit dan takut terhadap manusia) karena itu ciri cendet mempunyai mental yang bagus.


Berikut adalah salah satu cara untuk memilih bakalan (anakan cendet yang "bagus"), mungkin dalam posting ini ada yang kurang benar mohon dikomentari (masukan), karena setiap kicau mania mempunyai kriteria khusus dalam memilih bakalan burung terutama burung cendet.
Salam kicau mania....................!!!!!!!!!!
Baca juga artikel kami lainya
1. Cara merawat dan memasteri burung cendet bakalan (anakan) agar cepat ngisi

CATATAN PENTING Pahami karakter burung kicauan anda karena setiap burung mempunyai karakter berbeda beda sehingga untuk setingan rawatan juga harus berbeda pula, ini yang faham hanya orang yang sering berinteraksi dengan burung peliharaannnya.

Wednesday, 10 September 2014

Monday, 28 April 2014

Kembalinya Si Racun, Kicau Mania Griya Permai Memborong di 3 Kelas Sekaligus Lagi

Anggota Kicau Mania Griya Permai Sedang Berpose Setelah Memborong di 3 Kelas Sekaligus, Juara I Cendet Milik Om Hendi, Juara II Cucak Ijo Milik Om Pank, Juara II Anis Merah Milik Om Anta, di Semampir Cup Probolinggo, Pose dari Kiri Atas: Om Agus Sutopo Pemilik Murai Batu, Om Riski Altintop Penjoki Punglor Milik Om Anta, Om Wahab Spesialis Pleci, Om Fadol Penjoki Cucak Ijo, Om Beni Pemilik Cendet Romeo, Om Anta Pemilik Anis Merah, Om Pank Pemilik Cucak Ijo Bangos, Om Hendik  Pemilik Cendet Racun.


Kembalinnya Cendet Racun dari pertapaannya (morak) milik Om Hendik (foto nomer 1 paling kanan), memberi hawa positif bagi Kicau Mania Griya Permai (KMGP) berkat si Racun koleksi juara KMGP bertambah banyak lagi.
 
Penampilan Racun yang memukai pada siang itu mebuat membuat para penontong dan peserta lomba terperanga, itu dikarenakan si racun tak henti-hentinya mengeluarkan suara-suara tembakan khas seperti Gereja Tarung Cucak Jenggot kekekan Lovebird dan suara khas racun yang rapat. Penampilan racun pada saat itu seakan-akan menantang semua burung yang digantang disana, seakan-akan orang yang baru bertapa seratus tahun dan siap untuk bertarung kembali setelah sekian lama si Racun seakan hilang di telan bumi. 

Dari penampilan Racun tersebut membuat para juri terpukai hingga bendera merah ditancapkan tepat dibawah gantangan si Racun pertanda Juara I dinobatkan kepada cendet milik Om Hendik tersebut. Ketika turun dari gantangan seakan-akan para kicau mania ingin meminang si Racun milik Om Hendik, tawaran-demi tawaran terungkap dari para kicau mania. Tapi dengan nada dingin Om Hendik menjawab "Mohon Maaf Belum Niat Untuk Dijual".
Kami anggota KMGP merasa sangat bahagia karena punya si Racun. Terimakasih Racun....


Salam Kicau Mania....